MOS – Masa Orientasi Siswa

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bagi diri setiap anak, memasuki jenjang pendidikan formal yang baru merupakan sebuah masa ketika ia harus berhadapan dengan lingkungan dan dunia yang baru. Untuk itu, mereka memerlukan tahap peninjauan, pengenalan, dan adaptasi terhadap lingkungan baru yang mereka masuki. Tahap itulah yang akan mereka lalui dalam kegiatan Masa Orientasi Siswa Baru (MOSB) 2012.

Dalam kegiatan MOSB, hal terpenting yang harus diberikan kepada siswa baru adalah pengenalan budaya sekolah atau school culture yang merupakan pencitraan dari sekolah dan telah menjadi karakter sekolah itu sehingga menjadi terkenal. Para siswa baru perlu diperkenalkan hal seperti ini agar mereka tahu bahwa sekolahnya adalah sekolah yang the best of the best. Perlu perjuangan untuk mencapainya.

Dengan kondisi MOSB yang bersahabat, para siswa baru dapat dengan mudah mengaktualisasikan bakat dan kemampuannya dalam berbagai macam kegiatan, terutama seni dan ajang kompetisi lainnya. Dengan demikian, mereka dapat mengaktualisasikan potensi kreatif yang dimiliki.

B.     Tujuan

  • Untuk memenuhi tugas

C.      Manfaat

  • Dapat memenuhi tugas
  • Mengetahui tentang Masa Orientasi Siswa Baru

BAB II

PEMBAHASAN

A.     Pengertian MOSB

MOSB bukanlah arena perpeloncoan para siswa baru. MOSB adalah sarana siswa baru untuk lebih mengenal sekolahnya, kakak kelasnya, dan para guru-gurunya. Oleh karenanya, RESPECT EACH OTHER atau rasa saling menghargai harus ditumbuhkan kepada para siswa baru.

Layaknya memasuki dunia baru, tentu ada perasaan asing dalam diri mereka terhadap lingkungan teranyarnya. Di sinilah pentingnya sebuah proses pengenalan, pembelajaran, dan pemahaman segala macam yang melekat pada lingkungan baru mereka. Semua proses kegiatan itulah yang terangkum dalam kegiatan MOSB di sekolah kami tercinta.

Sebagai siswa baru, tentu bagi yang putra rambutnya harus dirapihkan sesua dengan aturan sekolah, dan putrinya dikuncir satu agar setiap kegiatannya tidak terganggu oleh rambutnya. Termasuk pembuatan name tag atau papan nama untuk identitas peserta MOSB 2012 yang setiap tahun memiliki kreativitasnya sendiri sesuai dengan kepengurusan OSIS yang menjadi panitianya.

B.     Tujuan MOSB

  1. Memperkenalkan siswa pada lingkungan fisik sekolah yang baru mereka masuki
  2. Memperkenalkan siswa pada seluruh komponen sekolah beserta aturan, norma, budaya, dan tata tertib yang berlaku di dalamnya.
  3. Memperkenalkan siswa pada keorganisasian
  4. Memperkenalkan siswa untuk dapat menyanyikan lagu hymne dan mars sekolah
  5. Memperkenalkan siswa pada seluruh kegiatan yang ada di sekolah
  6. Mengarahkan siswa dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan bakat mereka
  7. Menanamkan sikap mental, spiritual, budi pekerti yang baik, tanggung jawab, toleransi, dan berbagai nilai positif lain pada diri siswa sebagai implementasi penanaman konsep iman, ilmu, dan amal
  8. Menanamkan berbagai wawasan dasar pada siswa sebelum memasuki kegiatan pembelajaran secara formal di kelas.

Untuk mencapai tujuan di atas, diperlukan sebuah kegiatan MOSB yang kreatif. Kemampuan setiap anak dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya memang berbeda-beda. Untuk itu perlu ada suatu panduan kegiatan dan bimbingan yang cukup terarah dari para guru dan kakak kelas kepada siswa baru yang dapat membantu mereka beradaptasi dengan baik dan secepat mungkin di lingkungan baru. MOSB bisa menjadi media untuk beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru.

Dari berbagai aktivitas yang diberikan selama MOSB akan dapat mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki siswa, mengenalkan budaya sekolah, dan saling berinteraksi dengan teman-teman baru. Potensi kreatif siswa pun akan muncul melalui kegiatan pentas seni yang memberikan kesempatan kepada siswa baru untuk unjuk gigi memperlihatkan kebolehannya masing-masing.

C. Keberadaan MOSB ditinjau dari berbagai aspek

Keberadaan MOSB ditinjau dari berbagai aspek, termasuk kerisauan orang-tua akan keselamatan anak-anak mereka, anggaplah ini sebagai wujud partisipasi dan kerinduan kita terhadap kegiatan MOSB yang berkualitas dan memiliki nilai edukasi tinggi.

Bukan mengada-ada, meskipun tidak sampai merenggut nyawa, fakta di lapangan setiap tahun kita masih melihat betapa ajang MOSB kerapkali dimanfaatkan oleh para senior untuk “mengerjai” adik kelas mereka. Setidaknya dari atribut yang harus dikenakan sampai kepada tugas- tugas yang dibebankan yang terbilang aneh jelas mengindikasikan betapa superior kakak-kakak kelas masih mendominasi dalam setiap MOSB yang diselenggarakan sekolah-sekolah.

Padahal mengacu kepada permendiknas no.39 tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan pada Bab Satu dijelaskan bahwa tujuan pembinaan siswa harus memenuhi empat point yaitu : Pertama, mengembangkan potensi optimal siswa. Kedua, memantapkan kepribadian siswa untuk ketahnan sekolah. Ketiga, Mengaktualisasikan potensi siswa sesuai bakat dan minat. Serta ke empat, menyiapkan siswa agar menjadi warga masyarakat yang berakhlak mulia.

Dari ke empat point di atas jelas menunjukkan betapa tindak kekerasan tidak memiliki tempat dalam proses pembinaan siswa termasuk dalam pelaksanaan MOSB. Tindak kekerasan dimaksud bukanlah semata-mata ditujukan kepada bentuk kekerasan fisik saja melainkan lebih jauh lagi menyentuh kekerasan secara psikis.

Kekerasan psikis dalam konteks ini bisa dimaknai sebagai beban tugas yang diluar kewajaran dan terkesan mengada-ada. Sau contoh, tugas mendapatkan sekian banyak tanda-tangan senior dan berbagai elemen sekolah lainnya. Tugas ini meski terlihat sederhana tapi impikasinya tidak jarang membuat siswa baru menjadi stress. Betapa tidak, selain tanda-tangan yang dikumpulkan harus memenuhi angka kecukupan yang ditetapkan panitia tingkah-polah orang-orang yang dimintai tanda tangan juga selalu over. Memberi tugas macam-macam, njelimet , dan tidak jarang ngawur sebelum mengabulkan permintaan mereka. Jadi hanya untuk memburu satu tanda-tangan, seorang siswa harus bersusah-payah menguras energi yang besar. Padahal relevansinya dengan tujuan pendidikan menciptakan generasi yang cinta ilmu dan memiliki budi pekerti nyaris tidak kelihatan kecuali dalih usang, menjajal ketahanan mental mereka.

Selain daripada itu hal lain yang perlu diperhatikan terkait pelaksanaan MOSB adalah Jadual acara yang dikemas panitia MOSB. Sulit menafikan mayoritas sekolah lebih memilih copy-paste kegiatan MOSB dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada terobosan maupun inovasi baru yang dianggap mampu membuang rasa jenuh siswa. Karena kebanyakan acara MOSB biasanya bersifat in door dan diisi dengan ceramah yang terkesan monoton. Pengalaman belajar yang menyenangkan ( Fun learning ) hampir tidak mereka dapatkan. Ini tentu harus dirubah jika sekolah memang menginginkanbrand image yang baik tertanam di benak siswa baru terhadap sekolah baru mereka.

D.     Solusi

Solusinya tidaklah terlalu sulit. Cukup dengan mengangkat hal-hal aktual terkait dengan pengalaman hidup yang mereka rasakan sehari-hari seperti : Kenakalan remaja, pengaruh sex bebas terhadap kejiwaan, tertib berlalu-lintas, damfak negatif-positif IT, dan lain sebagainya.

Kesemua thema di atas manakala dikemas dengan baik dan profesional baik itu dari sudut penyampaian yang didukung oleh fakta dan data dalam bentuk slide dan film documenter, maupun pemateri yang kredibel dengan menghadirkan secara langsung ahli yang pakar di bidangnya seperti : Polisi, dokter, pelaku media, psikolog , dan lain-lain, tidak bisa tidak akan membawa pengaruh positif kepada siswa mengingat apa yang mereka dengar sinkron dengan apa yang mereka lihat.

Aspek sinkronisasi merupakan kata kunci dalam proses pembinaan siswa. Kita sekali-kali tidak boleh memandang remeh hal ini. Remaja sekarang tumbuh dan besar di tengah kemajuan tekhnologi yang sedemikian canggihnya. Dalam bebeapa hal terkadang mereka jauh lebih pintar dari guru maupun orang tuanya. Olehkarena itu menceramahi mereka dengan nilai-nilai kebaikan tanpa dibarengi data akurat maupun fakta yang nyata hanya akan membuat mereka apatis, skeptis bahkan menuding kita sebagai pendongeng pengantar tidur. Sehingga untuk bisa didengar dan dipatuhi sinkronisasi antara ucapan dan perbuatan mutlak ditunjukkan secara nyata dan berkesinambungan.

Begitu pula dalam mengajarkan nilai-nilai social kemasyarakatan. Tidak bisa hanya sebatas teori. Kita harus mengimplementasikannya dalam bentuk praktek lapangan . Mengumpulkan dana atau barang-barang bekas layak guna misalnya. Bisa dilakukan dengan melibatkan siswa dalam penyaluran secara langsung ke orang yang membutuhkan. Cara ini dipandang efektif dalam membangun rasa solidaritas anak terhadap sesama karena mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri tentang sisi lain dari kehidupan yang mungkin tidak pernah mereka bayangkan.

Selain daripada itu berbagai kegiatan positif lainnya bisa dilakukan selama pelaksanaan MOSB seperti : membawa siswa membersihkan sungai, mengorek got, atau berkunjung dan berdialog dengan masyarakat pinggiran yang secara manusiwi dan ekonomis termarjinalkan.

Aktivitas ini baik langsung maupun tidak jelas sangat membantu tugas guru dalam mengajarkan kebaikan budi pekerti kepada anak didik. Dimana guru tidak lagi perlu bercerita panjang lebar tentang manfaat sungai bagi kehidupan karena mereka sudah melihat langsung kerusakan sungai yang ada. Demikian pula beratnya mengorek parit yang busuk dan kotor akan menyadarkan mereka tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan tanpa guru harus berceramah berjam-jam lamanya. Begitupun tentang pentingnya mensyukuri nikmat. Dari interaksi yang mereka lakukan meskipun tidak lama sedikit banyak akan menggugah akal sehat anak ternyata masih banyak orang lain yang lebih menderita dibanding kehidupan yang mereka jalani. Hal ini pada gilirannya akan mendorong anak untuk mampu menghormati orang lain meskipun dari strata social yang berbeda.

  1. E.      Istilah – Istilah Bawaan dalam MOSB

Masa Orientasi Siswa Baru (MOSB) adalah masa yang paling menyenangkan, tidak akan terlupakan,  sekaligus menyebalkan . Karena dimasa itu   ada tebak-tebakan untuk barang yang harus dibawa. Tapi tebak-tebakannya juga rada sediklit membingung kan, kalau tidak pandai – pandai bergaul dan mencari informasi dari kakak kelas yang bukan panitia. Nah dari sekian banyak istilah bawaan, berikut ini bisa saya tuliskan. Mudah – mudahan bermanfaat bagi para peserta (siswa atau mahasiswa) serta orang tua yang ikut terkena dampaknya karena anaknya sedang mengikuti orientasi, sehingga ikut repot

  • Nasi betadine = nasi goring/nasi +kecap
  • Nasi full colour = nasi apa aja, asalkan tuh nasi berwarna semua.
  • Nasi aking basah= ya nasi putih biasa lah
  • Nasi Michael Jackson= hmm….nasi putih juga kan kulitnya MJ putih.
  • Sayur sabun warna-warni= sayur sop dengan berbagai macam isi terutama wortel
  • Tumis padi sunda =  artinya tumis pare
  • Sayur ibu menyusui= sayur katuk.
  • Pasangan Barbie megang tong berdarah= kentang balado
  • Kedelai borokan= tempe
  • Keripik cacar=peyek
  • Snack perban jangan dibawa. Jangan disentuh= taro
  • Permen kaki bunting = permen kaki bunting
  • Buah berjantung = pisang
  • Air infuse 195ml = air di ganti labelnya jadi tulisan infuse 195ml
  • Rambut reggae goreng = indomie keriting goring
  • Telletabies merah bertato besat = potato besar
  • Chiki eko teriak = cuba
  • Chiki Melayang = Chiki Jetz
  • Coklat biliar besar = caca besar
  • Biscuit 3 diva = biscuit roma yang ada gambar 3 divanya
  • Buah full colour = jeruk
  • Telur mata sapi normal = telur mata sapi ga pecah
  • Spongebob goreng = tahu goring
  • Singkok I love you = kusuka
  • Keju berputar= richese roll
  • Emas besar ratu perak= silver queen besar
  • Permen senang putih= happy denwhite
  • Buah upacara/penipu = apel
  • Air mbah surip= jamu
  • Ikan masuk angin = ikan kembung
  • Telur asin cap RT= telur asin cap rt
  • Biscuit ade rai = biskuat
  • Biscuit dijilat, diputar, dicelupin= oreo
  • Permen maentos = mentos
  • Air darah manis blebek-blebek dikaleng= fanta kaleng
  • Minuman dunia saya= mizone
  • Buah lesbi/homo =jeruk
  • Pulpen cepat = faster
  • Pisang 1 sisir = pisang dan 1 buah sisir (bukan pisang yg sesisir, hmm emang mau jualan…!!
  • Biskuit Argentina = Tang
  • Buah cium matahari = sunkiss (plesetan dari jeruk Sunkist)
  • Buah permisi = mangga (bahasa sunda/jawa)
  • Air mineral enam T = air minerak merek VIT (jadinya VI T)
  • Buah putri salju = apel / kesemek
  • Buah centil = kesemek
  • Lollipop tawar = jarum pentul
  • Roti tawar / jepang = pembalut
  • Terigu, jagung, wortel, tauge, (tahu), seharga Rp500,- = bakwan or (tahu isi)
  • Gulali tawar = kapas
  • Alas kaki jepit = sendal jepit
  • Life is never flat = chitato
  • Po cari manis = pocari sweat (diplesetin SWEAT menjadi sweet )
  • Save snack = snack (merk) selamat
  • Sabun genit = sabun colek
  • Buah kasian = apel malang
  • Permen bau = permen kaki
  • Minuman 3 kaki  larutan cap kaki 3
  • Ketombe = nasi putih
  • Pudding goreng = tahu goreng
  • Sayur basi = sayur asem
  • Susu kebangsaan = bendera
  • Coklat hujan = coklat paying
  • Kelinci kembar = kacang 2 kelinci
  • Minuman perkakas = Tang
  • Mall cilandak = Chitos
  • Wafer Mesir = Gery Pyramid
  • Minuman dugem = Club
  • Pocong Ijo = Lontong
  • Teh hijau baru = New green tea
  • Guling berdarah = Sosis saus

 

 BAB III

PENUTUP

A.     Kesimpulan

Terlepas dari sisi negatif dan positifnya, pertanyaan mendasar kita adalah perlukah kegiatan MOSB dihentikan ? Jawabannya tentu tidak. MOSB tetap diperlukan sebagai langkah awal pengenalan lingkungan sekolah bagi murid baru. Selain itu MOSB juga dinilai efektif dalam membantu siswa berinteraksi baik dengan siswa lama maupun yang baru. Unsur yang dipandang sangat membantu bagi kelancaran dan kenyamanan mereka selama menuntut ilmu di sana.

Akan tetapi sistem atau pelaksanaannyalah yang perlu dimodifikasi. Bagaimana memastikan susunan acara yang dipilih benar-benar selektif dan berkualitas serta tersetting dalam format acara yang tertata rapi. Jauh dari budaya penggojlokan atau unjuk kekuatan. Sehingga pada gilirannya siswa menjadi termotivasi dan memiliki spirityang tinggi untuk belajar. Disamping tentu bagaimana mengkondisikan lingkungan sekolah menjadi lingkungan yang nyaman dan kondusif penuh nuansa kebersamaan dan kekeluargaan.

Jika ini yang berhasil dimunculkan, maka makna sejati dari MOSB sebagai Masa Orientasi Siswa Baru dipastikan sudah tercapai dengan baik. Sebaliknya jika tidak, maka Terminologi MOSB sebaiknya diganti saja dari Masa Orientasi Sekolah menjadi Masa Orangtua Stress karena kecemasan orang tua terhadap keselamatan anaknya yang begitu tinggi. Tentu saja bukan itu yang kita harapkan. Semoga pada MOSB tahun ini semua fihak bisa memastikan segalanya berjalan sesuai aturan. Sehingga dengan demikian kita tidak lagi mendengar ada siswa yang menjadi korban dari program MOSB yang sejatinya baik dan benar.

Categories: Materi | Tinggalkan komentar

Post navigation

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: